Silat Tuo
Silek Tuo (Silat Tua) merupakan
kesenian beladiri yang menganut ajaran
syatariah. Ciri khas silat ini adalah menciptakan
gerak yang bersumber dari Al-Qur’an. Silat tuo
merupakan silat paling tua dan memunculkan
aliran-aliran silat baru sesudahnya. Silat aliran
baru bisa mengambil dasar gerak dari alam
terutama binatang seperti harimau, kucing dan
sebagainya. Karena silat tuo berangkat dari AlQur’an maka gerak silat Tuo terlihat cayah atau
lapang, namun sulit untuk diserang.
Inti silat tuo adalah apa yang terdapat
dalam Al-Quran dan Hadist yang diproyeksikan
menjadi gerak yang dinamis. Dalam Al-Qur’an
dan Hadist terdapat empat perkara yaitu
larangan, suruhan, sabar, dan perintah. Dari
keempat perkara inilah terbentuk gerak beladiri,
sehingga setiap gerak berisi larangan, suruhan,
sabar atau perintah. Ciri-ciri silat tuo itu tidak
pakai balabeh. Bila pesilat sudah berhadapan
dengan pasangannya langsung melakukan
serang tangkis.
Istilah untuk langkah dalam silat tuo
dimulai dari huruf alif, ba, ta dan seterusnya, kata
sampai kalimat. Biasanya guru mengaji harus
bisa bersilat. Untuk itu perkembangan silat tuo
selalu dimulai dari surau, tempat orang
mempelajari Al-Qur’an dan Hadist. Oleh sebab
itu silat tuo merupakan silat yang tidak memiliki
khalifah (guru silat) khusus. Gurunya yang paling
tinggi adalah Al-Qur’an dan Hadist. Hal ini bisa
dilihat dari langkah, tangkok, bukak, kambang
tangan dan menahan, dimana semuanya
berdasarkan Kitab Allah dan Hadist Nabi (Emral
Djamal dalam Silek, “Mengungkap Misteri
Salasilah Sejarah Minangkabau dan Rantaunya
(1-15)” 16 Maret 2003 s/d 31 Agustus 2003).
Inti dari gerak silat tuo adalah hubungan
silaturahmi. Hal ini bisa dilihat dari prosesi silat
dari awal sampai akhir. Pertama, destar
diserahkan kepada dua pemain silat, kedua,
kedua pemain silat memberi salam kepada tuo
silat untuk meminta restu dan teguran kalau ia
melakukan kesalahan, ketiga, kedua pemain
silat berdiri di tengah arena untuk memberi salam
ke empat arah mata angin sebagai bentuk maaf
ke khalayak, keempat, pesilat memberi salam
kepada masing-masing lawan mainnya atau
meminta maaf sesama mereka. Setelah
keempat prosesi ini dilakukan maka baru
mereka bermain silat. Pada akhir bersilat proses
salam juga dilakukan sama halnya dengan
salam pada awal bermain.
Dalam silat tuo terdapat gerak sumbang
dan gerak batua. Kedua gerak ini memiliki makna
memakan atau dimakan. Begitu juga dengan
sifatnya, silat tuo memiliki lima sifat yaitu tagak
tagun, ukua jangko, pandang kutiko, garak garik,
raso pareso. Tidak ada istilah langkah mati
dalam silat tuo, dan mata pesilat tidak pernah
menatap mata lawan secara langsung. Hal ini
bermakna bahwa ia menyembunyikan kekuatan
pada masing-masingnya. Ada empat dasar
langkah silat yang dimiliki silat tuo, yaitu:
1. Lujua
2. Papek
3. Satangah Lujua
4. Kepoh
Dalam perkembangannya masuk dua
jenis gerak yaitu gerak bali dan gerak satangah
bali. Gerak bali, yaitu kaki yang di belakang
dilangkahkan ke depan sambil membuat
lingkaran penuh sambil memutar badan.
Sementara gerak setengah bali yaitu posisi
kepoh, kemudian langkahkan kaki yang
menyilang ke belakang dan ke samping, kaki
yang menyangga badan, kemudian badan
disangga langkah yang dipindahkan. Seiring
dengan itu kaki dilangkahkan ke belakang,
sehingga posisi kaki menjadi papek
(Wawancara, Mak Katik Musra Dahrizal, 12
Desember 2013 lewat telepon).
Dalam posisi serang tangkis terjadi tiga
posisi bentuk, yakni:
1. Posisi mampan, yaitu posisi terbuka, artinya
lawan dapat kesempatan untuk menyerang.
2. Posisi kepoh, yaitu sesuai dengan pepatah
yang mengiaskan dengan umbuak, tipu,
tepok yang artinya memberi pancingan
kepada lawan untuk menyerang, sementara
sudah siap untuk menanti dan membalas
serangan lawan.
3. Posisi sukun, yaitu posisi ruang gerak baik
yang menyerang maupun yang menangkis
dalam posisi tertutup.
Dalam silat tuo, seorang pesilat harus
memiliki rasa, basa basi, maka ia memakai
pakaian hitam yang identik dengan pakaian kaum
adat. Makna warna hitam itu adalah harus dapat
memainkan timbang rasa, basa basi. Jangankan
membunuh, menciderai lawan saja mereka tidak
mau.
Secara umum dalam silat tuo antara
kudo-kudo dan pitunggua sangat berbeda. Silat
tuo tidak mengenal kudo-kudo, yang lebih
dikenal itu adalah pitunggua. Pitunggua
memperlihatkan posisi kaki tidak kuat, namun
mudah salah satu kaki dilangkahkan. Dalam
istilah Minang disebut guyah-guyah garaman
artinya dikatakan kuat tidak, dikatakan longgar
(layah) juga bukan. Sementara kudo-kudo
merupakan posisi berdiri dimana kaki sangat
kokoh, tak bergerak sedikitpun.
Sementara macam tangkok dalam silat
tuo ada empat (Emral Djamal dalam Silek,
“Mengungkap Misteri Salasilah Sejarah
Minangkabau dan Rantaunya (1-15)” 16 Maret
2003 s/d 31 Agustus 2003), yaitu:
1. Tangkok mati, yaitu hasil serangan tidak bisa
ditangkis oleh lawan, ini terjadi dalam silat
dimana serangan itu tidak bisa dilepas.
2. Tangkok patah, yaitu menyerang yang dapat
mematahkan anggota tubuh lawan seperti
kaki, tangan, leher, pinggang.
3. Tangkok muntah, yaitu serangan yang dapat
membuat lawan muntah, misalnya dengan
mencekik leher, menyerang perut, dan
sebagainya.
4. Tangkok ibo atau lapeh, yaitu sebelum
serangan lawan sampai pada sasaran, si
penangkis sudah melakukan pertahanan
terhadap serangan tersebut.
Dalam silat tuo yang dipertunjukan ada
istilah main dan main-main. Main-main adalah
gerakan dalam silat dimana serang dan tangkis
memakai tangkok ibo atau tangkok lapeh.
Sementara main lebih pada tingkat yang serius
dimana tangkok mati lebih dominan.
Dalam permainan silat tuo ada bahasa
isyarat berupa gerak dan suara. Bahasa isyarat
dengan gerak tangan seperti gerak tangan
menghambat, berarti ia belum siap, maka lawan
belum boleh menyerang. Namun kalau
dipaksakan juga menyerang dalam posisi seperti
itu maka si penangkis akan menggunakan
tangkapan yang berakibat fatal seperti patah
anggota tubuhnya. Sementara tangan dalam
posisi menyilahkan maka penangkis sudah siap
menerima serangan yang ditambah dengan
suara “ap” dan “tah”. “Ap” itu dari si penyerang,
merupakan pertanyaan pada lawan apa ia sudah
siap atau belum. “Tah” berarti si penangkis sudah
siap menerima serangan.
Selasa, 14 November 2017
Lirik lagu look what you made me do
I don't like your little games
Aku tak suka permainan kecilmu
Don't like your tilted stage
Tak suka panggung miringmu
The role you made me play
Peran yang karenamu terpaksa kumainkan
Of the fool, no, I don't like you
Di antara orang bodoh, tidak, aku tak menyukaimu
I don't like your perfect crime
Aku tak suka kejahatan sempurnamu
How you laugh when you lie
Bagaimana kau tertawa saat berbohong
You said the gun was mine
Katamu senjata itu milikku
Isn't cool, no, I don't like you (oh!)
Tidak keren, tidak, aku tak menyukaimu (oh!)
II
But I got smarter, I got harder in the nick of time
Tapi aku jadi lebih cerdas, aku semakin tangguh dalam waktu singkat
Honey, I rose up from the dead, I do it all the time
Kasih, aku tlah bangkit dari kematian, kulakukan itu sepanjang waktu
I've got a list of names and yours is in red, underlined
Aku punya daftar nama dan namamu berwarna merah, digarisbawahi
I check it once, then I check it twice, oh!
Aku memeriksanya sekali, lalu kuperiksa dua kali, oh!
III
Ooh, look what you made me do
Ooh, lihatlah apa yang terpaksa kulakukan karenamu
Look what you made me do
Lihat apa yang terpaksa kulakukan karenamu
Look what you just made me do
Lihat apa yang terpaksa kulakukan karenamu
Look what you just made me... Oh
Lihat apa yang terpaksa kulakukan karenamu... Oh
Ooh, look what you made me do
Ooh, Lihat apa yang terpaksa kulakukan karenamu
Look what you made me do
Lihat apa yang terpaksa kulakukan karenamu
Look what you just made me do
Lihat apa yang terpaksa kulakukan karenamu
Look what you just made me do
Lihat apa yang terpaksa kulakukan karenamu
IV
I don't like your kingdom keys
Aku tak suka kunci kerajaanmu
They once belonged to me
Dulu semua itu milikku
You asked me for a place to sleep
Kau meminta kepadaku tempat untuk tidur
Locked me out and threw a feast (what?)
Lalu kau mengusirku dan kau adakan pesta (apa?)
The world moves on, another day, another drama, drama
Dunia terus bergerak maju, lain hari, lain drama, drama
But not for me, not for me, all I think about is karma
Tapi bukan untukku, bukan untukku, yang kupikirkan hanyalah karma
And then the world moves on, but one thing's for sure
Dan kemudian dunia bergerak maju, tapi satu hal yang pasti
Maybe I got mine, but you'll all get yours
Mungkin kudapatkan karmaku, tapi kau kan dapatkan semua karmamu
BACK TO II, III
I don't trust nobody and nobody trusts me (4x)
Aku tak percaya siapa-siapa dan tak seorang pun percaya padaku
I'll be the actress starring in your bad dreams (4x)
Aku kan jadi aktris yang membintangi mimpi burukmu
[SPEAKING PART]
"I'm sorry, the old Taylor can't come to the phone right now."
"Maaf, Taylor yang dulu tidak bisa mengangkat telepon saat ini."
"Why?"
"Kenapa?"
"Oh, 'cause she's dead!"
"Oh, karena dia sudah mati!"
BACK TO III
Aku tak suka permainan kecilmu
Don't like your tilted stage
Tak suka panggung miringmu
The role you made me play
Peran yang karenamu terpaksa kumainkan
Of the fool, no, I don't like you
Di antara orang bodoh, tidak, aku tak menyukaimu
I don't like your perfect crime
Aku tak suka kejahatan sempurnamu
How you laugh when you lie
Bagaimana kau tertawa saat berbohong
You said the gun was mine
Katamu senjata itu milikku
Isn't cool, no, I don't like you (oh!)
Tidak keren, tidak, aku tak menyukaimu (oh!)
II
But I got smarter, I got harder in the nick of time
Tapi aku jadi lebih cerdas, aku semakin tangguh dalam waktu singkat
Honey, I rose up from the dead, I do it all the time
Kasih, aku tlah bangkit dari kematian, kulakukan itu sepanjang waktu
I've got a list of names and yours is in red, underlined
Aku punya daftar nama dan namamu berwarna merah, digarisbawahi
I check it once, then I check it twice, oh!
Aku memeriksanya sekali, lalu kuperiksa dua kali, oh!
III
Ooh, look what you made me do
Ooh, lihatlah apa yang terpaksa kulakukan karenamu
Look what you made me do
Lihat apa yang terpaksa kulakukan karenamu
Look what you just made me do
Lihat apa yang terpaksa kulakukan karenamu
Look what you just made me... Oh
Lihat apa yang terpaksa kulakukan karenamu... Oh
Ooh, look what you made me do
Ooh, Lihat apa yang terpaksa kulakukan karenamu
Look what you made me do
Lihat apa yang terpaksa kulakukan karenamu
Look what you just made me do
Lihat apa yang terpaksa kulakukan karenamu
Look what you just made me do
Lihat apa yang terpaksa kulakukan karenamu
IV
I don't like your kingdom keys
Aku tak suka kunci kerajaanmu
They once belonged to me
Dulu semua itu milikku
You asked me for a place to sleep
Kau meminta kepadaku tempat untuk tidur
Locked me out and threw a feast (what?)
Lalu kau mengusirku dan kau adakan pesta (apa?)
The world moves on, another day, another drama, drama
Dunia terus bergerak maju, lain hari, lain drama, drama
But not for me, not for me, all I think about is karma
Tapi bukan untukku, bukan untukku, yang kupikirkan hanyalah karma
And then the world moves on, but one thing's for sure
Dan kemudian dunia bergerak maju, tapi satu hal yang pasti
Maybe I got mine, but you'll all get yours
Mungkin kudapatkan karmaku, tapi kau kan dapatkan semua karmamu
BACK TO II, III
I don't trust nobody and nobody trusts me (4x)
Aku tak percaya siapa-siapa dan tak seorang pun percaya padaku
I'll be the actress starring in your bad dreams (4x)
Aku kan jadi aktris yang membintangi mimpi burukmu
[SPEAKING PART]
"I'm sorry, the old Taylor can't come to the phone right now."
"Maaf, Taylor yang dulu tidak bisa mengangkat telepon saat ini."
"Why?"
"Kenapa?"
"Oh, 'cause she's dead!"
"Oh, karena dia sudah mati!"
BACK TO III
Langganan:
Postingan (Atom)